Berikut dua puisi karya pria yang akrab dipanggil Kang Abik tersebut:
TANTANGAN SI KECIL MUHAMMAD AL DORRAH
KEPADA SELURUH TENTARA ISRAEL
SEDETIK SEBELUM AJALNYA DATANG MENJELANG
Dengan membusungkan dada
Dada yang merah menyala
Dengan mengepalkan tangan kanannya
Tangan yang merah menyala
Ia teriakkan sebuah tantangan
Tantangan yang merah menyala
Kepada seluruh tentara Israel yang durjana
Ayo tembakkan seluruh peluru kalian ke dadaku
Dan dada anak-anak Palestina
Maka kalian akan kalah bersama keputusasaan
Dan kami akan menang bersama keyakinan
(Puisi ini pernah dibacakan dalam Kuala Lumpur Word Poetry Reading, Oktober 2002)
DOA ANAK-ANAK GAZA DI PAGI HARI
Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah
Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun
Pagi ini kami ingin belaian cinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta
Pagi ini kami ingin matahari
Yang cerah menyinari gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa
O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami
Tuhan
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi
Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami
Tuhan
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu
Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu
Maka tersenyumlah kepada kami
(Puisi ini pernah dibacakan dalam Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Arab Dunia Islam, di
Universitas Al Azhar Indonesia, Juli 2010)(milyas)
diambil dari : http://knrp.or.id



Tidak ada komentar:
Posting Komentar