Minggu, 03/07/2011 02:10 WIB
Kapten kapal AS yang membawa para aktivis kemanusiaan yang akan menembus blokade Israel di Gaza, ditahan di Athena. Kapal tersebut merupakan bagian dari rombongan misi kemanusiaan Freedom Flotilla II.
Penyelenggara pelayaran "Armada Kebebasan II" dalam keterangan persnya di ibukota Yunani mengatakan, aparat keamanan Yunani memborgol Kapten John Klusmer dan memasukkannya ke dalam sel tahanan kantor polisi d Athena pada Sabtu (2/7) petang.
"Kapten dan empat kru kapal ditangkap saat berada di atas kapal. Sedangkah para penumpang dibebaskan, namun mereka memilih tetap tinggal di kapal sebagai rasa solidaritas mereka pada kapten kapal dan kru yang ditangkap," demikian penjelasan pihak Freedom Flotilla.
Aparat kemanan Yunani menyatakan Kapten Klusmer dan krunya melakukan pelanggaran berat dan penyelidikan akan dilakukan pada hari selasa pekan ini.
Kapal AS "Audacity of Hope" itu dikordinir oleh Jane Hirschmann. Pada para wartawan di Yunani, Hirschmann mengungkapkan bahwa kapten kapal mereka dikenai tuduhan melawan perintah polisi untuk tidak meninggalkan pelabuhan dan dinyatakan melanggar aturan karena telah menggangu lalu lintas di perairan Yunani. Tudingan terakhir membuat para wartawan yang hadir dalam keterangan pers itu tertawa.
Menurut Hirschmann, aparat Yunani menangkap kapten kapal AS yang akan menuju Gaza setelah sebuah lembaga hukum milik Israel yang didanai AS, Shurat HaDin dan seorang pastor bernama John Hagee--seorang Kristen fundamentalis pro-Israel asal AS--menyampaikan komplain pada pemerintah Yunani.
Hirschmann menyatakan tuduhan yang dikenakan pada kapten Klusmer mengada-ada. "Kami berharap bisa mengambil tindakan sebelum hari selasa dan memastikan kapten kami segera dibebaskan," tukasnya.
"Kami tidak akan mencari kapten lain. Para penumpang sangat khawatir dengan nasib kapten Klusmer dan merasa bertanggung jawab atas keselamatannya. Tapi mereka juga orang-orang yang tangguh. Mereka memilih untuk tetap tinggal di kapal," lanjut Hirschmann.
Anggota parlemen Palestina Mustafa Barghouti juga mengungkapkan keprihatinannya atas sikap Yunani yang menghalang-halangi pelayaran kapal-kapal yang menjadi bagian dari misi Freedom Flotilla.
"Ini merupakan perjuangan masyarakat internasional bersama rakyat Palestina, dengan cara damai, untuk membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan, Ini juga sebuah cara untuk membebaskan orang-orang Israel dari penjajahan dan apartheid yang sama, karena orang Israel sendiri tidak akan pernah merasa bebas sepanjang rakyat Palestina belum bebas," tandas Barghouti.
Ia menyerukan pemerintah Yunani agar mengizinkan kapal AS "Audacity of Hope" dan kapal-kapal lainnya yang menjadi rombongan Freedom Flotilla, melanjutkan pelayaran ke Gaza karena misi itu adalah misi damai dan tanpa tindak kekerasan. (aisyah/ma'an)
sumber : http://knrp.or.id




Tidak ada komentar:
Posting Komentar